Blog / Info

5 Aplikasi Seru Untuk Berkolaborasi Sama Teman

Buddies

Apr 13, 2018

Sekarang banyak, lho, jejaring sosial yang nggak cuma mengakrabkan hubungan pertemanan atau menambah kenalan baru. Tapi juga menjadi wadah untuk berkolaborasi dalam satu project bareng temen, yang menghasilkan uang, bahkan juga bisa membantu orang lain. Nggak percaya? Sini, kenalan dulu sama 5 aplikasi untuk kamu berkolaborasi bersama teman berikut ini, yuk!

#1 DOOgether

Platform olahraga ini bisa membantu kita dalam mengakses informasi terpercaya mengenai tempat-tempat berolahraga, seperti studio fitness dan gym di Indonesia. Mulai dari harga, jenis olahraga, jadwal, foto, lokasi, promo, acara olahraga, hingga ulasan dari pengguna lainnya. Kamu juga bisa menggunakan DOOgether untuk mem-booking tempat olahraga yang diinginkan atau langsung membeli paket-paket olahraga yang ditawarkan. Ada lebih dari 80 studio fitness dan gym yang tersedia, serta 62 ribu kelas untuk dicoba setiap bulannya di DOOgether.

Platform ini awalnya didirikan oleh Fauzan Gani, Helmy Ikhsan, dan Ichsan Nugroho, kemudian Danke Alamien turut bergabung di aplikasi yang dirilis pada April 2016 ini. Untuk bisa menggunakan aplikasi yang sudah tersedia di Google Play Store dan Apple App Store ini, kamu harus daftar akun terlebih dahulu saat menjalankan aplikasi pertama kali agar dapat menyimpan informasi personal kamu. Kamu juga akan diminta menuliskan jenis olahraga favorit kamu, sehingga nantinya aplikasi dapat merekomendasikan tempat olahraga yang sesuai dari preferensi kamu.

Saat mulai memesan, kamu perlu memilih kriteria yang ada di halaman utama, seperti jenis olahraga, rentang harga, jarak lokasi, dan waktu yang diinginkan. Selanjutnya, DOOgether akan menampilkan daftar tempat yang memenuhi kriteria tersebut, lalu tinggal pilih tempat olahraganya dari daftar yang ada untuk memulai pemesanan, deh.

#2 Waze

Kalau platform yang satu ini pasti kamu sudah sering dengar, atau bahkan menggunakannya setiap hari. Waze merupakan komunitas berbasis lalu lintas dan aplikasi navigasi terbesar di dunia yang didirikan pada tahun 2008 di Israel oleh Uri Levine, ahli perangkat lunak Ehud Shabtai, dan Amir Shinar. Waze adalah aplikasi yang bisa bekerja optimal jika didukung oleh para user-nya, yaitu para pengemudi kendaraan pribadi yang saling terhubung dan bekerja sama untuk meningkatkan kemudahan dalam berkendara.

Nah, Waze bekerja dari dua jenis data yang berbeda. Pertama, dari data Map Community, yaitu updatepeta di daerah tertentu kiriman para user. Jadi, data peta Google Map diberikan berbagai tambahan informasi oleh para Map Editor, misalnya informasi jalan yang diportal, jalan yang rusak, dan jalan tol. Kedua, dari data User Report, yaitu informasi data yang diberikan oleh Wazer (sebutan pengguna Waze). Data ini bersifat real time, atau aktual berdasarkan data langsung di lapangan. Mulai dari informasi kemacetan, kondisi jalan, kecelakaan, hambatan cuaca, sampai laporan kendaraan mogok.

#3 Kitabisa.com

Kitabisa adalah platform yang mempertemukan para pelaku kegiatan sosial dengan para donatur urunan. Ide ini dikenal dengan istilah crowdfunding. Kitabisa menggalang dana dan berdonasi secara online dan transparan. Bermacam kegiatan dan proyek bisa dibiayai melalui platform ini, termasuk untuk keperluan kemanusiaan.

Salah satu penggalangan dana Kitabisa yang viral adalah penggalangan dana untuk pesawat R80 karya Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie dan berhasil mengumpulkan 5Miliyar rupiah untuk proyek tersebut. Kitabisa.com mendapat dukungan dari Yayasan Rumah Perubahan yang diprakarsai oleh akademisi dan pebisnis, Rhenald Kasali, yang didirikan oleh Alfatih Timur.

Sejak tahun 2013, platform ini menyediakan wadah bagi individu, komunitas, organisasi, maupun perusahaan yang ingin menggalang dana dengan membuat halaman donasi online atau campaign untuk beragam tujuan sosial, personal, kreatif dan lainnya. Kita bisa berdonasi secara online ke berbagai campaign di Kitabisa sesuai dengan kategori atau organisasi yang menarik perhatian kita.

Siapapun, termasuk kita, juga dapat membuat halaman donasi di Kitabisa selama kita melengkapi syarat verifikasi identitas dan nggak melanggar hukum di Indonesia. Penggagas proyek dapat mengatur sendiri budget yang diperlukan. Jika proyek tersebut bisa mencapai atau melewati budget tersebut, kita dapat mengambil uang yang dijanjikan. Tapi, kalau nggak mencapai batas, maka uang dikembalikan ke donatur.

#4 Kolase

Platform ini dikenal sebagai situs crowdfunding pertama yang mewadahi berbagai proyek kreatif. Kolase membantu para pekerja seni yang mencari dukungan, baik moral maupun finansial, dengan menghubungkan mereka pada para penikmat karya seni.

Kamu bisa memilih beberapa kategori penggalangan, di antaranya seperti pembuatan album, acara, konser, serta amal. Jadi, ide-ide yang berhubungan dengan seni, musik, hiburan, bahkan literatur, yang kamu dan teman-teman miliki bisa jadi nyata lewat platform ini berkat dukungan dari para Booster (pemberi dana).

Ada dua hal terpenting di platform yang dikelola oleh PT. Kirai Adiwarna Nusantara, yaitu adanya karya yang tercipta dan kolaborasi yang terjadi untuk mewujudkan karya tersebut. Sejak peluncurannya pada tanggal 1 Februari 2018, lebih dari Rp 200 juta sudah terkumpul dan lebih dari 8,500 Booster tergabung di sini, mendanai berbagai proyek-proyek kreatif.

Kamu, sebagai kreator, secara independen menciptakan proyek serta memiliki kontrol penuh dan tanggung jawab atas proyek kamu itu. Kreator proyek akan menetapkan tujuan pendanaan proyek dan tenggat waktunya. Jika proyek berhasil mencapai tujuan pendanaan, maka kartu kredit semua pendukung dana akan otomatis di-debet oleh platform ini. Namun, bila proyeknya gagal, maka Booster nggak akan dikenakan biaya apapun.

#5 GetCRAFT

Platform yang satu ini cocok banget buat kamu yang bekerja sebagai freelancer. Di sini, kamu bisa mengembangkan usaha kamu sebagai freelance individual, sementara urusan antar perusahaan berlangsung antara badan usaha klien kita dan GetCRAFT. Jadi, GetCRAFT adalah sebuah wadah untuk menghubungkan brand dan marketer dengan 1000 lebih kreator konten. Para kreator di GetCRAFT bisa membuat konten artikel, video, foto, dan infografis. Sejak kemunculannya di tahun 2014 hingga saat ini, GetCRAFT sudah menjaring lebih dari 250 channel media massa, 250 influencer media sosial, 425 jurnalis dan editor berpengalaman, 115 tim video lintas kategori, serta 160 fotografer dan desainer profesional. Brand yang sudah berkolaborasi dengan GetCRAFT juga nggak kalah banyak, sudah lebih dari 130 brand.

Mulai dari Samsung, Unilever, Nestlé, Indosat, MatahariMall, Go-Jek, Bintang, General Electric, Wego, Tourism Australia, dan masih banyak lagi. Platform yang dibuat oleh Patrick Searle dan Anthony Reza ini sudah menjalankan lebih dari 1.700 proyek dan menghasilkan lebih dari Rp26 miliar untuk para kreator di jaringan GetCRAFT. Kalau kamu belum mendaftarkan diri sebagai kreator atau pengelola brand yang membutuhkan konten berkualitas di GetCRAFT, kamu bisa mendaftarkan diri secara gratis dengan mengakses getcraft.com/signup.

Nah, kamu dan teman berminat gabung di platform di atas? Kira-kira tertarik sama yang mana? Buruan daftar, deh!

Explore more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *