Blog / Tips

Bitcoin, Investasi Baru Masa Depan?

Buddies

Apr 11, 2018

Sejak tahun 2014 lalu, Bitcoin menjadi bahan perbincangan hangat. Jenis mata uang ini menjadi tren dan pilihan baru bagi transaksi di dunia internet. Kamu mungkin sudah sering dengar soal Bitcoin, tapi apa kamu sudah paham artinya? Bitcoin adalah mata uang digital yang dapat ditukar dengan barang dan jasa di tempat yang menerimanya atau bisa juga dikonversi ke mata uang lain melalui berbagai bursa online. Seperti yang dikutip dari newyorker.com, mata uang digital yang muncul di Januari 2009 ini memiliki sistem yang jauh berbeda dari uang konvensional. Sistem moneter (keuangan) Bitcoin berjalan di jaringan komputer penggunanya melalui software peer to peer (antar perseorangan). Siapa sih penciptanya? Sampai sekarang, asal-usul Bitcoin masih simpang siur, nih. Tapi, ada dua laki-laki yang disebut sebagai penemu Bitcoin. Salah satunya adalah Dave Kleiman yang meninggal pada 2013 akibat komplikasi penyakit. Satu lagi adalah warga Australia bernama Craig Wright yang mengklaim sebagai pencipta anonim Bitcoin pada 2016 lalu.

Pakai Rumus Matematika

Ada dua cara untuk mendapatkan Bitcoin.

  • Dibeli dengan uang asli di perusahaan pembayaran online.
  • Pemilik akun dapat mengumpulkan Bitcoin jika berhasil menyelesaikan teka-teki matematika yang tersedia di website dan juga lewat aplikasi Bitcoin Miner. Di aplikasi tersebut, kamu bisa ‘menggali’ bitcoin dengan cara menguraikan rumus matematika kompleks yang ada di sana melalui 64 jawaban digit yang rumit. Kenapa disebut menggali Bitcoin? Soalnya Bitcoin sering dianalogikan dengan ‘tambang emas’ atau logam mineral berharga lainnya, jadi orang-orang yang berusaha keras memecahkan persoalan matematis itu disebut para penambang Bitcoin. Nah, akun Bitcoin bisa kamu dapatkan dengan membuka dompet virtual, yang menyerupai internet banking, di www.bitcoin.org.

Tak Terkontrol Pemerintah

Menariknya, program ini didesain dengan bentuk open source sehingga nggak diproduksi dan dikendalikan oleh satu otoritas, seperti pada mata uang konvensional. Siapa saja dapat membuatnya dengan cara memecahkan kode matematika yang rumit menggunakan super komputer. Karena mata uang ini lahir dari komunitas, berlaku secara internasional, dan nggak dikontrol oleh satu lembaga atau pemerintahan manapun, jadi nilai uangnya murni dikendalikan oleh komunitas pengguna Bitcoin dan pasar. Karena itu, sejak dimulai pada 2009, nilai tukar atau valuasi Bitcoin terus meningkat. Bahkan dalam setahun ini nilainya meningkat gila-gilaan. Contohnya, 1 bitcoin dihargai US$0,3 (sekitar Rp4.000) pada Januari 2011 dan di 7 Desember 2017 menjadi US$14.000 (Rp189 juta). Enggak jelas apa yang jadi faktor penentu dari naik atau turunnya nilai tukar bitcoin tersebut. Contohnya, nih, waktu pemerintah Cina mengumumkan kalau Bitcoin nggak sah digunakan di Cina pada September 2017, harga tukarnya turun dari US$ 4.600 menjadi US$ 3.200.

Tidak  Sah Di Beberapa Negara

Pemilik akun Bitcoin bertanggung jawab penuh terhadap dompet virtual miliknya. Soalnya, nggak ada otoritas pusat atau negara yang mengatur, jadi nggak ada juga yang bisa menjamin keamanannya, bahkan akun Bitcoin nggak bisa dibekukan. Akun atau alamat dompet Bitcoin di internet juga nggak menggunakan nama asli sehingga sulit dilacak pemiliknya. Itu pula yang membuat sejumlah negara mengeluarkan aturan menolak penggunaan mata uang digital ini sebagai alat pembayaran yang sah. Selain Cina, Rusia pada Februari 2014 lalu juga melarang warganya menggunakan Bitcoin. Menurut pemerintahan Rusia, penggunaan Bitcoin dapat jadi sumber bencana karena bisa digunakan untuk pembiayaan terorisme. Begitu juga di Indonesia, Bitcoin bukanlah alat pembayaran yang sah. Larangan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) ini ditujukan bagi pelaku layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology) termasuk e-commerce agar tidak menerima Bitcoin. Pelarangan itu dilakukan untuk mencegah kejahatan, seperti pencucian uang, pendanaan terorisme dan menjaga kedaulatan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Selain Bitcoin, mata uang virtual lain yang diperoleh dengan cara ‘menambang’ juga nggak berlaku di Indonesia. Misalnya, BlackCoin, Dash, Degecoin, Litecoin, dan sebagainya.

Kontroversi Bitcoin

Meski dianggap nggak sah di beberapa negara, tapi Bitcoin tetap diminati. Selain bisa digunakan di seluruh dunia, keuntungan lainnya adalah nggak ada batasan maksimal transaksi dan tanpa biaya transaksi. Biasanya ada biaya yang kita keluarkan saat transfer uang dari satu bank ke bank lain, nah, kalau Bitcoin nggak ada. Penggunaan Bitcoin memang masih diwarnai pro dan kontra sampai saat ini. Dalam survei yang dilakukan The Street pada 2014 lalu, sebanyak 79% respondennya nggak pernah memakai bitcoin dan tak berniat akan memakainya dan 80% lebih ingin punya emas daripada Bitcoin. Lalu, sebanyak 15% yang berusia 18-24 tahun ingin punya Bitcoin daripada emas. Angka ini membuktikan kalau di awal kemunculannya, orang-orang yang lebih tua nggak melihat masa depan cerah dalam Bitcoin. Sementara anak-anak muda menunjukkan sikap sebaliknya.

Nah, kamu tertarik untuk investasi Bitcoin juga? Kalau mau investasi, pastikan keamanan investasi kamu tetap terjaga ya. Salah satu caranya, dengan proteksi diri. Soalnya kalau kita investasi, tapi enggak melindungi diri sendiri, aset kita bisa terkuras juga, lho. Kamu bisa pilih produk Buddies yang semua produk serta fiturnya dibuat dan dikembangkan untuk melindungi aktivitas, juga gaya hidup harianmu. Jadi kamu bisa memilih sendiri kebutuhan asuransimu dan menikmati proteksi diri tanpa rugi. Misalnya, MyDream Buddies yang bikin masa tua kamu bisa seseru masa mudamu dengan memberikan bonus tahapan tunai setiap 3 tahun sekali sampai usia kamu 70 tahun. Wow! Selain itu, kamu juga mendapat jaminan pembayaran 100% uang pertanggungan. Dengan bonus tunai setiap 3 tahun yang dikasih MyDream Buddies ini, kamu bisa pakai untuk travelling atau untuk kebutuhan keluarga, deh. Asyik banget!

Explore more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *