Blog / Tips

Ketika Sahabat Jadi Atasan, Lakukan 6 Hal Ini Untuk Menjaga Hubungan Persahabatan dan Pekerjaan

Buddies

May 6, 2018

Sahabat di kantor diangkat jadi atasan? Atau diajak sobat untuk gabung ke perusahaannya sebagai karyawan? Hmm, kedengarannya mungkin kurang menyenangkan karena ada rasa canggung, iri, atau nggak percaya diri. Tapi, sebenarnya nggak seburuk yang kamu bayangkan, kok. Kamu bisa tetap bersahabat dengannya, namun tetap bersikap profesional selama di kantor. Supaya hal itu terwujud, sebaiknya kamu memperhatikan beberapa hal berikut ini, nih, Buddies.

Bicarakan dengan Sahabat

Bila sahabatmu di kantor yang awalnya berada di posisi sama denganmu, lalu mendapat kenaikan jabatan, segeralah memberi ucapan selamat padanya. Ini langkah awal supaya kamu bisa menerima perubahan ini. Nah, bagi kamu yang bergabung ke perusahaan sobatmu, kamu tetap perlu membicarakan soal hubungan persahabatan kalian juga. Pastikan kamu dan sahabat duduk bersama, lalu bicarakan dari hati ke hati untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman kelak. Misalnya, bagaimana cara memisahkan hubungan pribadi dan profesional di antara kalian, cara membagi waktu kapan jadi sahabat serta kapan menjadi atasan dan anak buah, atau apa saja sikap yang diperlukan selama di kantor untuk menjaga hubungan persahabatan kalian sekaligus tetap bersikap profesional.

Memanfaatkan Jabatan Sahabat = Big No!

Teman yang baik pasti siap membantu kita. Tapi, jangan karena si bos adalah teman baikmu, lantas kamu bisa menjadi ‘anak emas’ di kantor dan memintanya untuk memberikan kebijakan yang menguntungkanmu. Misalnya, minta sahabat mengurangi beban kerjamu, mengizinkanmu melanggar peraturan kantor, dan berbagai keuntungan lainnya. Bekerjalah selayaknya seperti sebelum dia menjadi bos dan bersikaplah seperti karyawan lainnya.

Wajib Berpikir Objektif

Pastikan kamu memisahkan hubungan pribadimu dengan persoalan bisnis selama bekerja sehingga kamu dan sahabatmu bisa tetap bersikap profesional selama di kantor. Jadi, kalau si bos alias sahabatmu menegurmu ketika kamu melakukan kesalahan, menilai pekerjaanmu, atau membuat kebijakan lain yang kamu nggak sukai, tak perlu tersinggung apalagi sakit hati ya. Soalnya, itu memang tugasnya dan merupakan bagian dari peran barunya sebagai pimpinan. Coba, deh, berpikir dari sudut pandang objektif, bukan subjektif. Pasti kamu jadi yakin kalau kebijakan atau keputusan yang sobatmu ambil itu berdasarkan pada alasan bisnis. Nggak ada hubungannya sama hal-hal yang bersifat personal, terutama sama ikatan persahabatan kalian.

Hindari Memanggil Sahabat dengan Nama Panggilan Bermakna Negatif

Banyak sekali hal yang berhubungan sama profesionalisme kita di kantor. Salah satunya adalah dengan menghormati atasan. Nah, sebagai sepasang sahabat, kalian kemungkinan besar punya nama panggilan khusus masing-masing. Nggak jarang, nama panggilan itu mendefinisikan kekurangan seseorang. Misalnya, si buncit, ceking, dan lainnya. Ketika sedang berada di lingkungan kerja, hindari menggunakan nama panggilan ini pada sahabatmu dan panggillah dia dengan nama sebenarnya yang ia gunakan di kantor. Begitu juga sebaliknya. Meski dia sahabatmu, ketika di dalam lingkungan kantor, dia juga pimpinanmu, sehingga kamu wajib menghormatinya. Ini salah satu cara agar kamu dan sohib bisa saling bersikap profesional di kantor.

Bisa Simpan Rahasia

Sebagai seorang pimpinan, sahabatmu tentu akan lebih paham dan mengetahui seluk-beluk bisnis perusahaan serta ‘rahasia-rahasia’ di lingkungan kerja. Biasanya, nih, sahabat suka saling berbagi rahasia, salah satunya cerita di tempat bekerja. Atau, ada kalanya sobat meminta pendapatmu bila sedang mengalami kendala di pekerjaan. Nah, kalau hal ini terjadi padamu, sebaiknya simpan untuk kamu sendiri saja, ya. Nggak perlu kamu ceritakan lagi pada karyawan lainnya karena ada nama dan jabatan sahabatmu yang dipertaruhkan di balik penyebaran rahasia kantor itu. Lagipula, sahabatmu berani menceritakan informasi penting itu, kan, karena dia percaya padamu. Jadi, sebaiknya jaga kepercayaannya. Begitu juga dengan hal-hal pribadi di antara kalian berdua, nggak perlu dibicarakan pada karyawan lainnya.

Tunjukkan Kemampuanmu

Meski dia sahabatmu, bukan berarti dia mengetahui semua kelebihan yang kamu miliki dan pengalaman bekerjamu. Ini saatnya kamu menunjukkan kemampuanmu padanya. Selain bagus untuk meningkatkan performa kinerjamu, hal ini juga berarti kamu memberikan dukungan positif pada sahabat dalam menjalani peran barunya sebagai atasan. Kalau perlu, boleh juga kamu mengirimkan resume pekerjaanmu kepada dia. Siapa tahu, dia belum tahu apa saja keahlian yang kamu miliki.

Selain untuk menjaga keseimbangan hubungan persahabatan dan bisnis dengan si sobat, 6 hal di atas juga bisa membantu kamu dalam meraih pencapaian karier terbaikmu, lho. Selamat mencoba, ya!

Explore more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *