Blog / Tips

THR Sudah di Tangan, Apa Yang Harus Diprioritaskan?

Buddies

Jun 5, 2018

Tunjangan hari raya (THR) biasanya sudah ada di tangan 2 minggu sebelum hari raya Idul Fitri. Umumnya, karyawan menerima THR sebesar satu bulan gaji.

Tentu jumlah yang besar ya? Alih-alih menikmatinya, THR bisa habis dalam sekejap jika kamu enggak pandai mengelolanya. Makanya, kenali beberapa hal yang harus diprioritaskan dalam menggunakan THR seperti di bawah ini :

Baca juga: Tunjangan Hari Raya Belum Terlihat Hilalnya? Yuk, Pelajari Dulu Fakta-faktanya!

  1. Sisihkan untuk zakat dan kurban

Dahulukan THR untuk membayar zakat Fitrah atau sedekah yang memang harus disisihkan setiap hari raya. Besaran zakat Fitrah ialah setara dengan 2,5 x harga makanan pokok per kilogram atau 3,5 x harga makanan pokok per liter di tempat tinggal kamu. Contohnya, jika harga beras Rp10.000 per kilogram, maka besar zakat Fitrah yang harus dibayarkan adalah setara dengan 2,5 x Rp 10.000 = Rp 25.000.

Baca juga: Cara Tepat Menghitung Zakat: Sudahkan Anda Menunaikan Kewajiban Anda?

Selain zakat Fitrah, THR juga bisa kamu gunakan untuk membayar kekurangan zakat mal dan zakat penghasilan yang idealnya dibayar setiap bulan. Jika masih memungkinkan, sisihkan sebagian dana THR untuk bujet kurban yang harus dibayarkan beberapa bulan mendatang. Mengingat ketika Idul Adha tiba, kita enggak lagi memiliki dana lebih yang berasal dari bonus.

2. Sisihkan untuk tabungan 

Jika ada uang lebih, alangkah bijaknya digunakan untuk menabung di saham, reksa dana, tabungan berjangka, deposito, atau instrumen investasi lainnya yang kamu siapkan untuk tujuan dana pensiun, dana pendidikan, dana berlibur, atau sekadar dana darurat. Jangan biarkan kelebihan dana yang dimiliki habis hanya untuk kebutuhan konsumtif belaka.

3. Anggarkan kebutuhan mudik

Jika dua pos di atas sudah aman, saatnya kamu berhitung kebutuhan mudik (jika kamu memang mudik). Pos biaya yang termasuk dalam anggaran mudik ialah, biaya transportasi, biaya makan selama di jalan dan di kota tujuan, biaya akomodasi, biaya rekreasi, dan angpao untuk sanak saudara.

Jika misalnya THR terasa berat untuk mudik, kamu bisa berpatungan dengan saudara kandung untuk mendatangkan orangtua yang di kampung, ke kota tempatmu dan saudara-saudara tinggal. Mendatangkan dua orangtua tentu biayanya lebih sedikit ketimbang biaya mudik lebih banyak anggota keluarga. Atau, kamu bisa membuat jadwal mudik dua tahun sekali.

4. Belanja

Jika ketiga kebutuhan di atas sudah terpenuhi, baru deh kamu boleh menikmati sisa THR untuk belanja seperti misalnya belanja pakaian baru, belanja parsel Lebaran untuk kolega, serta belanja oleh-oleh sepulang Lebaran. Sebaiknya, kamu mebuat daftar belanja selama bulan pussa dan Idul Fitri untuk menghindari nafsu belanja berlebih.

Selain menyisihkan THR untuk keperluan di atas, hindari menggunakannya untuk hal-hal seperti:

5. Membayar tagihan kartu kredit. Usahakan membayar tagihan bukan dari THR, melainkan dari gaji bulanan. Sebab, pengeluaran dengan kartu kredit yang dilakukan sebulan sebelumnya diasumsikan bukan untuk kebutuhan Lebaran, melainkan untuk kebutuhan bulanan.

6. Bujet berbuka puasa. Logikanya, makan ialah kebutuhan sehari-hari kamu yang dialokasikan dari gaji bulanan. Kalaupun terjadi inflasi selama bulan Ramadan, usahakan kenaikan belanja makan ini enggak melebihi inflasi tersebut agar pengeluaran tetap terjaga.

Agar kamu enggak bangkrut setelah Lebaran, disiplin selalu dalam pengeluaran dan tidak membawa uang tunai dalam jumlah berlebihan. Ini bisa menghindarkan kamu dari melewati Lebaran dengan utang.

Baca juga: Simak 5 Tips Ini Agar THR Tidak Berlalu Begitu Saja

Dengan mengetahui prioritas di atas, semoga THR kamu bisa awet. #AyoLoveLife dengan bijak menggunakan THR.

Explore more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *