Blog / Tips

Yuk, Jaga Stamina Kerja Saat Puasa dengan Mengikuti Hal-Hal Berikut Ini!

Buddies

May 11, 2018

Pernah bermasalah sulit untuk konsentrasi saat bekerja ketika sedang berpuasa? Dikenal sebagai salah satu tantangan besar saat berpuasa ada dua penyebab utama permasalahan ini; mengantuk dan berkurangnya cadangan glukosa dalam tubuh karena enggak makan dan minum di siang hari.

Glukosa, salah satu bentuk gula, memang merupakan sumber energi utama yang digunakan oleh seluruh sel tubuh untuk berfungsi. Sel-sel saraf ini dikenal sangat “energy demanding”. Bahkan neuron menggunakan lebih dari setengah bagian energi dari gula di dalam tubuh.

Set featured image“Otak sangat bergantung pada gula sebagai bahan bakar utamanya,” ujar Vera Novak, MD, PhD, associate professor di Beth Israel Deaconess Medical Center.

Meski begitu, saat berpuasa bukan berarti otak akan berhenti bekerja. Neuron akan menggunakan cadangan glukosa dalam tubuh untuk bisa terus berfungsi. Tentu saja, dengan kondisi berpuasa, kerjanya menjadi kurang optimal.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menjaga konsentrasi dan daya kerja otak saat bekerja selama puasa? Beberapa hal berikut ini bisa kamu lakukan.

Perhatikan asupan nutrisi saat makan sahur

Saat berpuasa, fungsi sahur menyerupai sarapan, yaitu menyediakan nutrisi dan energi supaya tubuh dapat tetap beraktivitas. Mengingat pentingnya sarapan atau sahur, sebaiknya jangan sampai terlewat ya. Ada baiknya menu sahurmu bernutrisi lengkap; mengandung karbohidrat, vitamin dan mineral, serat dan juga air.

Karbohidrat inilah yang berperan menyuplai asupan gula untuk tubuh. Sebaiknya, pilih karbohidrat yang bisa dicerna oleh tubuh secara bertahap, agar asupan gula pun enggak cepat habis. Karbohidrat kompleks seperti beras merah, roti gandum, pasta gandum, granola, atau oats bisa jadi pilihan.

Untuk asupan gula pun harus kamu perhatikan ya. Kebutuhan gula per hari sekitar 5-9 sendok teh. Nah,saat berpuasa, kebutuhan gula ini bisa dipenuhi di dua waktu makan; sahur dan berbuka. Sehingga ada baiknya membagi asupan gula di kedua waktu itu.

Selain itu, pastikan juga kamu mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin B, C, E, dan magnesium seperti jeruk, wortel, bayam dan sayuran hijau lain yang merupakan pendukung konsentrasi yang baik.

Cukupi kebutuhan waktu tidurmu

Waktu tidur yang kurang bisa berdampak pada kemampuan konsentrasimu selama bekerja di siang hari. Selama tidur, otak kita justru bekerja, terutama untuk proses kognitif atau proses belajar dan berpikir. Otak juga akan bekerja menyatukan berbagai ingatan.

Agar waktu tidur ideal, 7-8 jam sehari, tetap terpenuhi, pastikan kamu enggak tidur larut malam. Jika berencana langsung beraktivitas setelah sahur, maka cobalah untuk tidur malam lebih awal.

Sangat disarankan juga untuk enggak tidur setelah sahur. Tidur setelah makan bisa mengganggu fungsi tubuh seperti lambung yang bekerja mencerna makanan menjadi sari-sari makanan. Coba selipkan tidur singkat berkualitas saat istirahat bekerja di siang hari.

Olahraga ringan

Siapa bilang enggak boleh berolahraga saat berpuasa? Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Illinois memperlihatkan bahwa olahraga dapat membantu fungsi jangka pendek dan jangka panjang otak yang berkaitan dengan perhatian atau atensi.

Selama berpuasa, coba lakukan olahraga yang ringan, seperti senam, yoga, atau jalan santai. Lakukan di saat yang tepat. Misalnya di pagi hari, dua jam setelah sahur, dan sore hari sebelum waktu berbuka.

Beristirahat di sela pekerjaan

Untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, bukan berarti kamu harus terus-menerus terpaku di depan laptop. Di waktu sholat, Dzuhur atau Ashar, kamu bisa memejamkan mata untuk mengembalikan energi dan daya konsentrasimu. Meski hanya beberapa menit, tidur berkualitas ini bisa membuatmu lebih segar dan rileks.

Mendengarkan musik

Kamu bisa mendengarkan musik sambil bekerja untuk meningkatkan produktivitas kerja. Teresa Lesiuk, asisten profesor program terapi musik di Universitas Miami, AS, melakukan riset mengenai dampak mendengarkan musik terhadap performa kerja. Menurut hasil risetnya, mereka yang mendengarkan musik berhasil menyelesaikan pekerjaan mereka lebih cepat dan menghasilkan ide-ide yang lebih baik dibanding mereka yang enggak mendengar musik sama sekali.

Meski begitu, pilihan tipe musik juga menentukan. Bahkan beberapa penelitian yang dimuat di Psychology Today memperlihatkan bahwa musik-musik populer bisa mengganggu kemampuan membaca dan memproses informasi.

Jadi pilih musik seperti apa? Selain tergantung pada jenis musik, rekomendasi ini juga akan bergantung pada kebiasaan si pendengar. Inc.com menyebutkan beberapa faktor untuk memilih musik yang bisa membantu meningkatkan konsentrasi saat bekerja. Pertama, lagu dengan struktur musik yang simple bisa menjadi pilihan tepat untuk menigkatkan konsentrasi. Kedua, kebiasaan mendengar musik yang telah menjadi rutinitas lah yang bisa membantu meningkatkan konsentrasi saat bekerja. Ketiga, faktor kontrol. Musik akan lebih membantumu berkonsentrasi jika hal itu memang pilihanmu sendiri.

Pekerjaan, dengan segala kesulitannya, memang tetap harus dihadapi tanpa memandang apakah kamu berpuasa atau tidak. Tapi bukan lantas kamu menyerah terhadap keadaan. #AyoLovelife dan hadapi tantangan kerja dengan konsentrasi penuh!

Explore more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *